Home
All posts
Wednesday, 8 March 2017
REVIEW JURNAL Penerapan E-business di Indonesia
REVIEW JURNAL2
1. Tema
E-Business
2.
Judul
Penelitian
Penerapan
E-business di Indonesia
3. Penulis
·
Kharisma Safiri
·
Amiruddin
·
Wulan Wijayati
4. Latar
Belakang
Perkembangan internet menyebabkan terbentuknya dunia baru yang
disebut
dunia maya. Di dunia maya,setiap
individu memiliki hak dan
kemampuan untuk berinteraksi dengan individu lain tanpa batasan apapun yang dapat menghalanginya.
Globalisasi yang sempurna
sebenarnya telah berjalan di dunia maya yang menghubungkan seluruh komunitas digital.
Dari
seluruh aspek kehidupan manusia yang terkena dampak kehadiran
internet, sektor bisnis merupakan
sektor yang paling terkena dampak dari perkembangan
teknologi informasi dan telekomunikasi
serta paling cepat tumbuh. Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia
perdagangan mampu menyediakan layanan jasa dan barang dengan cepat sesuai
permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah tersebut, kini muncul transaksi
yang menggunakan media internet untuk menghubungkan produsen dan konsumen.
Transaksi bisnis melalui internet lebih dikenal dengan nama e-business. Melalui e-business, seluruh manusia di
muka bumi
memiliki kesempatan
dan peluang yang sama
untuk bersaing dan
berhasil berbisnis di dunia maya.
5. Ruang
Lingkup E-Business :
·
Dimensi What
·
Dimensi Who
·
Dimensi Where
·
Dimensi Why
6. Keuntungan
E-Business
Value apa yang
sebenarnya ditawarkan oleh e-business. Menurut Charles R. Rieger dan Marry P. Donato setidaknya ada 5 keuntungan
yang ditawarkan oleh e-business yakni : Efficiency, Effectiveness, Reach, Structure, dan Opportunity.
7.
Faktor Pendorong E-Business
Perkembangan implemantasi
konsep e-business disebuah industri
atau negara sangat dipengaruhi oleh eksternal driving force yaitu : Customer Expectations, Competitive
Imperatives, Deregulation, dan Technology.
8. Prospek
E-Business di Indonesia
Melalui berbagai kajian terhadap perkembangan e-business maka paling tidak terdapat 10
prospek e-business di Indonesia yaitu
:
·
E-business Type
·
Community
·
Content
·
Technology
Device
·
Access
Channels
·
Regulation
·
Organization
·
Change
Strategy
·
Business
Process
·
System
Approach
9.
Kesimpulan
Perkembangan sistem e-business dalam
suatu perusahaan maupun negara maju atau berkembang sangat dipengaruhi oleh
beberapa faktor sebagai pemicu seperti oleh karena konsumen saat ini
menginginkan sesuatu yang lebih. Misalkan Pemesanan dapat dilaksanakan anytime, anywhere, pembayaran pembelian
produk dengan metode yang beragam misalnya kartu kredit, kartu debit maupun
layanan transfer, dan adanya fasilatas asuransi produk serta pengiriman produk
yang cepat dan harga kompetitif, dan sebagainya.
Kemajuan e-business juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi
informasi itu sendiri karena dalam perkembangan e-business teknologi informasi
memiliki fungsi sebagai penggerak dari dimungkinkannya model-model bisnis baru.
REVIEW JURNAL RANCANGAN INFRASTRUKTUR E-BISNIS BUSINESS INTELLIGENCE PADA PERGURUAN TINGGI
REVIEW JURNAL 1
1.
Tema
E-Business
2.
Judul
Penelitian
RANCANGAN INFRASTRUKTUR E-BISNIS BUSINESS INTELLIGENCE PADA
PERGURUAN TINGGI
3.
Penulis
Spits Warnars H.L.H Fakultas
Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur
4.
Latar
Belakang
Dalam rangka
persaingan dengan pesaingnya perguruan tinggi harus memperlengkapi
infraksturnya dengan dukungan informasi teknologi. Manajemen tingkat sebagai
pembuat keputusan membutuhkan sesuatu yang dapat mendorong sistem untuk
berkompetisi dengan perguruan tinggi lainnya, mereka membutuhkan pengetahuan
informasi teknologi yang dapat mendukung mereka untuk dapat memprediksi kedepan
dan membantu keseluruhan sistem untuk meningkatkan pelayanan. Business Intelligence
sebagai salah satu istilah sistem pengambilan keputusan yang dapat membantu manajemen
dengan sesuatu yang bersifat dapat diprediksi dan diputuskan. Perguruan tinggi membutuhkan
desain infrastruktur untuk membuat dasar yang kokoh untuk implementasi business
intelligence yang akan diimplementasikan pada internet atau yang disebut e8business.
5.
Analisa
Model Bisnis :
Dalam menentukan model bisnis bagi sistem
aplikasi yang akan dibangun, perguruan
tinggi menentukan kriteria bagi aplikasi
yang akan dibangun tersebut sebagai berikut:
a. Memberikan kemudahan, keamanan, kecepatan dan
kenyamanan bagi user dalam membantu user dalam menentukan keputusan
b. Investasi yang ditanamkan tidak terlalu tinggi
tetapi manfaat yang diperoleh dapat langsung dirasakan.
c. Menjadi sumber pendapatan baru ini.
6.
Potensi
Pasar
a.
Manajemen tingkat atas (Dekan, Ketua Program Studi)
b.
Dosen
c.
Mahasiswa
d.
Orang tua/Wali
7.
Daya
Saing
Berdasarkan analisa
gambar diatas yang mana menggunakan five forces competitive Michael Porter maka
dapat dipetakan ada 5 hal yang
mempengaruhi persaingan yaitu :
a. Competitor
b. Supplier
c.
New Entrant
d.
Customer
e.
Subtitutes
8.
Kesimpulan
Analisa dan desain untuk masing8masing implementasi business intelligence
ini akan sangat tergantung pada team yang ditunjuk oleh perguruan tinggi. Antar
satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya mempunyai keunikan
masing8masing yang bisa saja berbeda dalam proses bisnis dan implementasi
penerapan teknologi informasi. Dukungan manajemen tingkat atas jelas sekali
sangat dibutuhkan, selama manajemen tingkat atas tidak memandang teknologi
informasi sebagai sebuah alat yang dapat
membantu dalam persaingan dengan perguruan tinggi lain maka akan sia8sia
penerapan business intelligence ini. Dukungan dari semua manajemen sangat
dibutuhkan untuk kelancaran implementasi
dan pengembangan kedepan. Pada
prinsipnya perguruan tinggi yang dibahas disini adalah perguruan tinggi swasta,
namun tidak tertutup kemungkinan perguruan tinggi negeri dapat menerapkan dan mengimplementasikan
business intelligence ini. Perguruan tinggi negeri cenderung “diatas angin”
karena selalu menjadi favorit, dimana eksistensi yang sudah lama, dosen yang berpengalaman
dan menjadi incaran calon mahasiswa oleh karena banyaknya saingan yang mendaftar
dan kuliah dengan biaya yang terjangkau.
9.
Sumber :
REVIEW JURNAL RANCANGAN INFRASTRUKTUR E-BISNIS BUSINESS INTELLIGENCE PADA PERGURUAN TINGGI
REVIEW JURNAL 1
1.
Tema
E-Business
2.
Judul
Penelitian
RANCANGAN INFRASTRUKTUR E-BISNIS BUSINESS INTELLIGENCE PADA
PERGURUAN TINGGI
3.
Penulis
Spits Warnars H.L.H Fakultas
Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur
4.
Latar
Belakang
Dalam rangka
persaingan dengan pesaingnya perguruan tinggi harus memperlengkapi
infraksturnya dengan dukungan informasi teknologi. Manajemen tingkat sebagai
pembuat keputusan membutuhkan sesuatu yang dapat mendorong sistem untuk
berkompetisi dengan perguruan tinggi lainnya, mereka membutuhkan pengetahuan
informasi teknologi yang dapat mendukung mereka untuk dapat memprediksi kedepan
dan membantu keseluruhan sistem untuk meningkatkan pelayanan. Business Intelligence
sebagai salah satu istilah sistem pengambilan keputusan yang dapat membantu manajemen
dengan sesuatu yang bersifat dapat diprediksi dan diputuskan. Perguruan tinggi membutuhkan
desain infrastruktur untuk membuat dasar yang kokoh untuk implementasi business
intelligence yang akan diimplementasikan pada internet atau yang disebut e8business.
5.
Analisa
Model Bisnis :
Dalam menentukan model bisnis bagi sistem
aplikasi yang akan dibangun, perguruan
tinggi menentukan kriteria bagi aplikasi
yang akan dibangun tersebut sebagai berikut:
a. Memberikan kemudahan, keamanan, kecepatan dan
kenyamanan bagi user dalam membantu user dalam menentukan keputusan
b. Investasi yang ditanamkan tidak terlalu tinggi
tetapi manfaat yang diperoleh dapat langsung dirasakan.
c. Menjadi sumber pendapatan baru ini.
6.
Potensi
Pasar
a.
Manajemen tingkat atas (Dekan, Ketua Program Studi)
b.
Dosen
c.
Mahasiswa
d.
Orang tua/Wali
7.
Daya
Saing
Berdasarkan analisa
gambar diatas yang mana menggunakan five forces competitive Michael Porter maka
dapat dipetakan ada 5 hal yang
mempengaruhi persaingan yaitu :
a. Competitor
b. Supplier
c.
New Entrant
d.
Customer
e.
Subtitutes
8.
Kesimpulan
Analisa dan desain untuk masing8masing implementasi business intelligence
ini akan sangat tergantung pada team yang ditunjuk oleh perguruan tinggi. Antar
satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya mempunyai keunikan
masing8masing yang bisa saja berbeda dalam proses bisnis dan implementasi
penerapan teknologi informasi. Dukungan manajemen tingkat atas jelas sekali
sangat dibutuhkan, selama manajemen tingkat atas tidak memandang teknologi
informasi sebagai sebuah alat yang dapat
membantu dalam persaingan dengan perguruan tinggi lain maka akan sia8sia
penerapan business intelligence ini. Dukungan dari semua manajemen sangat
dibutuhkan untuk kelancaran implementasi
dan pengembangan kedepan. Pada
prinsipnya perguruan tinggi yang dibahas disini adalah perguruan tinggi swasta,
namun tidak tertutup kemungkinan perguruan tinggi negeri dapat menerapkan dan mengimplementasikan
business intelligence ini. Perguruan tinggi negeri cenderung “diatas angin”
karena selalu menjadi favorit, dimana eksistensi yang sudah lama, dosen yang berpengalaman
dan menjadi incaran calon mahasiswa oleh karena banyaknya saingan yang mendaftar
dan kuliah dengan biaya yang terjangkau.
9.
Sumber :
Subscribe to:
Comments (Atom)